YUESEN PERSONAL RECORD SYSTEM

PROFILE LOGGED

DATE CHECKED : 21/01/2021

Birth Name : Jeffrey Jeong
Nickname : Yuesen
Gender : Male
Age : 24
Race/Ethnicity : Eurasia
Birthplace : New York
Date of Birth : February 14th, 1997
Location : Manhattan, New York
Nationality : United States of America
Occupation : Bounty Hunter, Gamer, Hacker

Hair : Peach
Skin : White
Eyes : Dark Brown
Weight : 63 kg (138 lbs)
Height : 180 cm (5’11″)
Markings : Colored Tattoos
Piercing : Two

Interests : Technology, Game, Art
Skills : Hacker
Likes : Skateboard
Dislikes : Debt
Pet Peeves : Screaming
Phobia : Homichlophobia

FACTS

Fakta paling populer. Bahwa ia memiliki catatan kriminal yang mencegahnya untuk menyentuh komputer dua tahun lamanya, hal itu terjadi setelah insiden di sekolah menengah, di mana ia meretas sistem sekolah dan mendapatkan informasi tentang banyak siswa serta guru yang juga berbagi foto telanjang seorang gadis di sekolahnya yang bernama Annie Pattridge. Ugh, ironi.


Segera setelah ia dikeluarkan dari sekolah, Yuesen lari dari rumah asuhnya karena perlakuan kasar. Pria itu mulai bekerja sebagai bounty hunter, menangkap kebanyakan penjahat yang ikut berjudi dalam taruhan warcross untuk diserahkan pada polisi. Ini sangat tergantung pada cara untuk mendapatkan uang demi melunasi hutang ayahnya, dan untuk kelangsungan hidupnya sendiri selain pekerjaan paruh waktunya sebagai pelayan restoran dan tukang las dengan bos galak.

Fakta paling menyedihkan. Hidupnya penuh tagihan hutang.

Yuesen dikenal karena hal yang buruk saat ia terseret ke muka umum untuk pertama kalinya. Ia merupakan seorang bounty hunter asal Manhattan yang terlilit masalah finansial, secara tidak sengaja telah menyebabkan kesalahan besar selama Warcross Opening Game, berharap dapat menghasilkan uang cepat dengan meretas game paling populer ini untuk masuk ke inventory pemain guna mencuri diam-diam barang yang sangat penting. Akan tetapi, ia malah menimbulkan kekacauan dengan kemunculan dirinya di tengah permainan. Karena hal ini, karirnya sebagai bounty hunter telah diketahui hampir oleh seluruh dunia. Namun, bukannya dihukum karena peretasan, Aira Tanaka selaku pencipta warcross mulai mempekerjakannya untuk mencari peretas yang ingin membunuhnya.

Pria dengan darah campuran ini pun dimasukkan ke dalam permainan dan bergabung dengan tim kawakan yaitu Phoenix Riders sebagai Architect Team—pemain yang membungkuk dunia untuk membantu tim. Seorang pemikir cepat dan peretas jenius. Ia mampu memperbaiki salah satu kesalahan pada kode Aira hanya dalam hitungan detik. Kecenderungannya yang selalu mendambakan teknologi membuat para insinyur top Aira tak dapat disandingkan dengan kejeniusannya.

Karir masa lalunya sebagai bounty hunter ternyata dapat membantunya dalam menjalankan permainan, meskipun ia tetap butuh beberapa hari untuk belajar bagaimana cara menjatuhkan orang-orang ini. Tetapi, ia belajar dengan cepat hingga dapat menyadari lingkungannya dan berhasil menganalisis kepribadian seseorang hanya dengan melirik aura mereka, misalnya ketika mereka sedang tegang ataupun mengobrol dengan santai. Tepat setelah Aira Tanaka memintanya bekerja untuk menjadi mata-mata di kejuaraan warcross berikutnya, pria itu pun menyadari bahwa beberapa penjahat mulai menganggapnya dan menunjukkan taring mereka.

Ia sadar hidupnya tak pernah berjalan dengan mudah. Satu hal yang ia tahu, semua pintu akan selalu berpasangan bersama kuncinya.

Menyetujui satu kesepakatan besar bersama Aira Tanaka, sesuatu yang menjadi inti dari cerita hidupnya.